Determinan Berat Badan Lahir Rendah di 34 Provinsi Indonesia Tahun 2019-2022
Kata Kunci:
bblr, konsumsi rokok, pepelayanan antenatal, pemberian makanan tambahan, persalinan di fasilitas kesehatan, usia ibu kehamilan berisikoAbstrak
Derajat kesehatan masyarakat di suatu negara dapat dicerminkan dari angka kematian bayi. Di Indonesia kematian bayi khususnya pada masa neonatal penyebab tertinggi ialah kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) yang juga berdampak pada kualitas sumberdaya manusia itu sendiri juga berisiko terhadap penurunan pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah Konsumsi Rokok, Cakupan Pepelayanan Antenatal, Pemberian Makanan Tambahan, Persalinan dilakukan di Fasilitas Kesehatan, serta Usia Ibu Kehamilan Berisiko pada Usia Ibu Hamil <20 dan >35 tahun apakah signifikan memiliki peluang terhadap kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Indonesia pada tahun 2019-2022. Data penelitian yang digunakan merupakan data sekunder yang berasal dari laporan BPS RI dan Kemenkes RI dengan metode analisis regresi logistik. Hasil yang didapat ialah Konsumsi Rokok, Pepelayanan Antenatal, dan Pemberian Makanan Tambahan tidak signifikan berpeluang namun bermakna, serta Persalinan di Faskes dan Usia Ibu Kehamilan Berisiko <20 tahun dan >35 tahun signifikan berpeluang terhadap BBLR di 34 Provinsi Indonesia tahun 2019-2022.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Khazanah Intelektual

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.






1.png)



